Bali juga dikenal dengan nama Pulau Dewata, nama ini muncul mungkin karena diangap agama Hindu tersebut memiliki banyak Dewa, hal tersebut tidak sepenuhnya salah ataupun benar, yang harus dimengerti dulu siapakah dan apakah Dewa itu. Dewa berasal dari kata Div yang artinya sinar, dan Dewa merupakan sinar suci daripada Tuhan Yang Maha Esa (Ida sang Hyang Widi) sehingga Dewa-dewa merupakan manifestasi dari kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widi, dewa akan tidak bisa beregerak bebas, tidak bisa menganugrahkan kalau tidak kehendak Tuhan. Masing-masing Dewa
memiliki tugas masing-masing sesuai kehendak Tuhan (brahman) seperti sebgai dewa Pencipta, Pemelihara, Pelebur, dewa Api, Angin, Air, dsb.

Pulau Bali adalah pulau kecil yang terletak di Timur Pulau Jawa dan di Barat Lombok, pulau ini memiliki berbagai aset penting di dunia pariwisata, seperti objek wisata yang indah dengan pantai, daratan, pegunungan dan danaunya. Begitu juga dengan hasil kreasi seni, budaya, kehidupan tradisional membuatnya menjadi lebih terkenal, bahkan di kalangan turis asing Bali lebih dikenal dari pada Indonesia itu sendiri. Bali juga memiliki anak-anak pulau yang tidak kalah menariknya seperti pulau Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, Nusa Penida, Menjangan dan Serangan. Keberadaan pulau tersebut seperti Nusa Penida, Serangan dan Menjangan terdapat Pura-pura Dang Kahyangan yang menjadi tempat penyungsungan jagat, bagi warga Hindu yang haus dengan pendekatan rohani, mereka sering datang ke tempat tersebut untuk melakukan kegiatan Tirta Yatra, sehingga menjadi kegiatan wisata rohani, tour ke pulau kecil (Gili) sambil mendekatkan diri ke hadapan Tuhan.
Pulau Dewata ini terdiri dari 8 buah kabupaten dan 1 kota madya, dengan luas 5.636,66 km2 atau sekitar 0,29% dari luas Indonesia secara keseluruhan. Gunung tertinggi adalah Gunung Agung dengan ketinggian 3.148 meter. Dan Denpasar adalah Ibu Kota Provinsi ini, dan tujuan utama sebagai daerah objek wisata adalah Kuta, Sanur, Nusa Dua dan Ubud. Tempat diving top di Nusa Lembongan, Amed, Tulamben dan Menjangan dan empat buah danau indah yaitu danau Batur terletak di Kintamani, Beratan di Bedugul, dan danau kembar Tamblingan dan Buyan. Dengan keindahan yang dimiliki sebagai Pulau Dewata, Bali dikunjungi jutaan wisatawan asing membawa bernagai budaya sendiri-sendiri, namun demikian Bali tetap memegah teguh tradisi yang diwariskan oleh leluhurnya seperti rutinitas persembahyangan dengan berbagai sesajen sering kita lihat di Pura-Pura bahkan di jalan, yang mencirikan kayakinan beragama semakin kental dengan sujud persembahan yang tulus ikhlas kepada Dewata.

Keunikan Destinasi pariwisata bali yang menjadi kekuatan untuk bersaing dalam dunia pariwisata adalah budaya dan alam. Destinasi pariwisata di bali bukan hanya berupa suatu tempat, melainkan juga sebuah budaya. Contoh nya pada tradisi omed omedan. Tradisi ini merupakan tradisi masyarakat sesetan. Omed-omedan diadakan setelah Hari Raya Nyepi, yakni pada hari ngembak geni untuk menyambut tahun baru saka. Omed-omedan berasal dari bahasa Bali yang artinya tarik-tarikan. Asal mula upacara ini tidak diketahui secara pasti, namun telah berlangsung lama sejak nenek moyang dan dilestarikan secara turun temurun. Setiap tahunnya banyak sekali wisatawan yang tertarik melihat keunikan tradisi tersebut, setelah mereka melihat pawai ogoh-ogoh dan menikmati sunyinya Bali pada saat Nyepi mereka akan disuguhkan dengan tradisi omed omedan, sungguh luar biasa, walaupun banyak wisatawan asing yang berkunjung budaya di Bali tetap kental adanya.

Poin lainnya yang menjadikan Bali siap bersaing dalam destinasi pariwisata yaitu alam indahnya, banyak sekali destinasi wisata di bali yang mengandalkan alam indahnya seperti air terjun. Di bali kini semakin banyak di temukan air air terjun yang sangat indah dan bisa dijadikan sebagai tempat wisata yang sangat tenang. Contohnya seperti air terjun Goa rang reng. Tempat ini memang berada di Gianyar yang terkenal dengan sebagai daerah dataran tinggi dengan suasana dingin. Keberadaan tempat ini masih terbilang baru, tapi sudah cukup dikenal oleh para pencinta alam.
Air Terjun Goa Rang Reng Gianyar memang belum sepopuler air terjun yang lain, namun keindahannya sangat memukau. Keunikan pada air terjun ini airnya tidak mengucur deras ke bawah layaknya air terjun pada umumnya. Aliran air di sini menyebar melalui undakan bebatuan sehingga lebih landai dan tidak curam.
Airnya yang jernih karena dari sumber pegunungan menjadikan airnya sangat menyegarkan jika dibuat mandi atau bermain air. Bebatuan yang terkena aliran air ditumbuhi oleh lumut-lumut hijau. Perpaduan warna hitam dari batu, hijaunya lumut serta aliran air menjadikan panorama yang unik dan alami.
Dinamakan dengan Air Terjun Goa Rang Reng karena pada bagian atas air terjun yang merupakan hulu sungai terdapat sebuah gua yang dinamakan Goa Rang Reng. Untuk menuju goa tersebut, pengunjung dapat menyurusi bebatuan kering di sebelah kiri air terjun. Goa Rang Reng tersebut tembus ke belakang membentuk lubang yang dapat ditembus cahaya matahari.

Masih banyak lagi poin poin yang membuat bali unggul dan siap bersaing dengan destinasi wisata yang dimilikinya. Sudah selayaknya kita sebagai generasi milenial giat melakukan promosi melalui teknologi serta tetap melestarikan budaya sebagai bentuk promosi agar wisatawan yang datang ke bali dapat meningkat tiap tahunnya.
